Sunatan

Fakta Sunat Yang Tidak Banyak Orang Ketahui

Meskipun sunat sunah umum dilakukan di Indonesia, ternyata ada juga beberapa fakta mengenai sunat belum banyak di ketahui. Sunat atau nama lainnya disebut khitan adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis (preputium). Mayoritas orang di Indonesia melakukan sunat karena sebuah keyakinan agama, tradisi budaya, kebersihan pribadi, atau untuk mencegah berbagai penyakit.
Namun dikalangan umum ternyata telah beredar mitos-mitos yang salah mengenai sunat. Nah, yuk kita simak beberapa fakta tentang yang jarang orang ketahui.

  • Parafimosis, Bukan Disunat Jin

Sebagian orang ada yang percaya bahwa disunat jin itu benar adanya. Menurut para ahli medis, kondisi penis seperti “disunat jin” disebut dengan parafimosis. Parafimosis merupakan kelainan bentuk penis yang terjadi karena preputium tertarik ke belakang, melipat, serta menjerat batang penis. Akibatnya, preputium tidak bisa lagi ditarik ke depan, dan membuat kepala penis terlihat seolah-olah seperti habis disunat.

  • Untuk Mencegah Penyakit Maka Harus Sunat

Ketika seorang pria tidak disunat, uap air dapat terjebak antara penis dan kulup, yang dapat menciptakan lingkungan untuk tumbuhnya bakteri. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa penis yang tidak disunat lebih rentan terhadap bakteri atau agen penyakit tertentu. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya gonore (kencing nanah), kanker penis, radang uretra, serta penularan penyakit menular seksual termasuk herpes simplex, sifilis, HIV/AIDS, dan penyakit menular lainnya.

  • Sunat Tidak Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Beberapa orang meyakini bahwa sunat dapat membuat tubuh anak menjadi tambah tinggi. Faktanya, pertumbuhan dan perkembangan anak tidak berhubungan langsung dengan sunat. Faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak bukanlah sunat, melainkan hormon pertumbuhan, gizi, dan keturunan.

  • Kulup Lebih Kompleks dari yang Dibayangkan

Kulup yang dalam istilah medis disebut preputium, merupakan bagian kulit penis yang menyimpan jaringan otot dan terbagi atas pembuluh urat syaraf, selaput lendir, dan kulit. Di dalam kulup, terdapat membran mukosa (selaput lendir) yang dapat menjaga kelenjar agar tetap lembap. Kelembapan ini lah yang bisa berbahaya bagi penyakit menular seksual, maupun secara kebersihan. Kulup juga mengandung sejumlah sel Langerhans atau sel imunitas yang menjadi sasaran infeksi virus HIV. Sebab itu, untuk mencegah berbagai penyakit, bagian kulup dihilangkan sebagian atau seluruhnya saat sunat.

  • Perbanyak Makanan Berprotein Tinggi

Setelah sunat, perbanyak lah konsumsi makanan berprotein tinggi, seperti daging ayam dan telur. Protein dapat membantu membentuk jaringan, mengganti sel-sel yang rusak, dan mempercepat proses penyembuhan luka. Sehingga, konsumsi sumber protein setelah sunat dianjurkan, kecuali jika kamu memiliki alergi terhadap bahan makanan tersebut.
Jika kamu punya keinginan untuk melakukan sunat, kamu bisa menghubungi kami di Mitra Sunatan. Kamu bisa berkonsultasi melalui  Chat maupun whatsapp pada call center Mitra Sunatan kapan saja dan di mana saja.
Jika kamu penasaran metode apa yang digunakan Mitra Sunatan dalam proses melakukan sunat, kamu bisa menyimak beberapa artikel kami mengenai sunat tanpa jarum suntik. Untuk melakukan layanan panggilan sunatpun caranya mudah! Kamu tinggal menghubungi Call Center Mitra Sunatan, kemudian tentukan tanggal dan tempat melakukan proses sunat, lalu petugas sunat dari Mitra Sunatan akan datang menemui kamu pada waktu yang sudah ditentukan. Gampang sekali bukan? Yuk, segera rekomendasikan orang terdekatmu sunat di Mitra Sunatan sekarang juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *